Prabayar
       Tentang XL Prabayar
       Tarif
       Layanan Prabayar
       Info Prabayar
       Internasional Roaming
       Isi Ulang
       *123#
       Handset Partner
          Nexian
          Nokia

Pasca Bayar
       Tentang Pasca Bayar
       Paket & Tarif
       Info Pasca Bayar
       Layanan Pasca Bayar
       Syarat dan Ketentuan 
       Roaming Internasional
       XL Premium
       E-Billing
       Handset Partner
          Nexian
          Nokia

Internet
       Paket Dasar Internet 
       Mobile Internet
       Broadband Internet
       Promo XL Internet
       Coverage Area
       Setting dan Panduan
       Speed Test
       FAQ
       Handset Partner
          Nexian
          Nokia

BlackBerry
       Tentang XL Blackberry
       Paket Layanan
       Promo XL Blackberry
       XL Mall
       Cara Berlangganan
       Coverage Area
       Setting dan Panduan
       FAQ
       XL Tips

XL Konten
       Music
       Pertemanan
       Konten Lain
       Layanan Lain

Komunitas XL
       Tentang Komunitas
       Nyambung Terus
       XL Jagoan Muda
       Facebook/XLRame
       Twitter/XL123

XL Premium
       Tentang XL Premium

Solusi Korporat
       Overview

Hubungan Investor
       Laporan Triwulan
       Laporan Tahunan
       Informasi Investor
       Analis Peliput
       Kalendar Investor
       Hubungi Kami

Tentang XL
       Sekilas XL
       Jajaran Direksi
       Jajaran Komisaris
       Tata Kelola Perusahaan
       Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
       Ruang Media
       Sumberdaya Manusia
          Perencanaan Sumber Daya Manusia
          Pengembangan Karyawan
          Manajemen SDM
          Kesempatan Berkarir
          Lowongan
          Internship / PKL
       Hubungi Kami
Hubungan Investor » Berita Korporat » Siaran Pers
Siaran Pers
 04/04/2008   Kinerja XL Tahun 2007: Pendapatan Rp 8,0 Triliun, XL Bagi Dividen Rp 142 Miliar
Jakarta, 4 April 2008, P.T. Excelcomindo Pratama, Tbk. (XL/Perseroan) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Ritz Carlton Hotel Jakarta hari ini, Jumat 4 April 2008.  Dalam RUPST ini, para pemegang saham atau kuasa pemegang saham antara lain memberikan persetujuan dan pengesahan atas laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan Ekuitas Perseroan. Pendapatan usaha bruto setelah diskon untuk tahun buku 2007 adalah sebesar Rp. 8,0 triliun, meningkat 38% dibandingkan tahun lalu.

RUPST juga menyetujui distribusi dividen tunai yang dihitung dari 19,7% atas normalized net income (laba bersih setelah pajak yang disesuaikan dengan rugi selisih kurs yang belum teralisasi dan dampak WHT atas bunga obligasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat) sebesar Rp 721 miliar. Dengan demikian, dividen tunai yang akan dibagikan kepada pemegang saham adalah sebesar sekitar Rp 142 miliar atau Rp 20 per lembar, meningkat 115% dibandingkan tahun lalu. Pembagian dividen ini akan dilakukan pada tanggal 16 Mei 2008.

Keputusan penting lainnya yang diambil dalam RUPST ini adalah menerima pengunduran diri Bapak Md Nasir Ahmad dari jajaran Direksi XL efektif sejak ditutupnya RUPST. Dengan pengunduran diri Bapak Nasir maka susunan Direksi XL terdiri dari Hasnul Suhaimi sebagai Presiden Direktur, Willem Lucas Timmermans sebagai Direktur Keuangan, Joris de Fretes sebagai Direktur Corporate Services, Nicanor V. Santiago III sebagai Direktur Consumer Marketing, Joy Wahyudi sebagai Direktur Commerce, dan Dian Siswarini sebagai Direktur Network Services. Sedangkan untuk susunan Komisaris terdapat perubahan dengan ditunjuknya Ahmad Abdul Karim Mohd Zulfar sebagai perwakilan Etisalat dalam jajaran Dewan Komisaris, dan pengunduran Jenderal (Purn.) Wismoyo Arismunandar sebagai Komisaris Independen digantikan oleh Peter Chambers.

Kinerja XL sepanjang tahun 2007 cukup menggembirakan. XL mencatat kenaikan  pendapatan usaha bruto setelah diskon sebesar 38% menjadi Rp 8,0 triliun, sebagai hasil dari pertumbuhan Minute of Usage (MOU) yang cukup signifikan sebesar 136% menjadi 6,8 miliar menit dan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 62% hingga menjadi 15,5 juta pelanggan. Pencapaian ini merupakan hasil dari serangkaian strategi yang telah kami terapkan sepanjang tahun 2007. EBITDA kami meningkat sebesar 37% menjadi Rp 3,5 triliun dengan EBITDA Margin naik 3% menjadi 42% sebagai hasil dari fokus perusahaan dalam mengelola biaya secara terencana, fokus dalam produktivitas dan efisiensi.

Laba bersih XL pada tahun 2007 adalah sebesar Rp 251 miliar, yang terutama disebabkan karena keputusan manajemen untuk membukukan withholding taxes atas bunga obligasi dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sebesar Rp 336 miliar (setelah pajak) untuk periode 2004-2007 dan rugi kurs sebesar Rp 204 miliar. Normalized net income XL setelah penyesuaian dampak withholding taxes (Rp 336 miliar -setelah pajak) dan rugi selisih kurs belum terealisasi (Rp 135 miliar-setelah pajak) di tahun 2007 adalah Rp 721 miliar atau meningkat 115% dari normalized net income tahun lalu sebesar Rp 336 miliar.

Sementara itu, dalam upayanya untuk meningkatkan cakupan dan kualitas jaringan, pada tahun 2007 XL telah membelanjakan Rp 7,1 triliun untuk membangun 3.897 BTS. Sehingga di akhir tahun 2007, jumlah BTS XL adalah 11.157 BTS (2G/3G) dan telah berhasil menjangkau lebih dari 90% populasi di Indonesia. Capex XL untuk 2008 sebesar USD 650 juta, dengan 80-90 persen di antaranya dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas.

“Tahun 2007 berhasil kami lalui dengan prestasi yang cukup menggembirakan. Tahun 2008 ini nanti, tantangan yang akan kami hadapi bertambah besar, karena kompetisi yang semakin ketat, dan adanya tuntutan pemerintah maupun pelanggan untuk menyediakan tarif murah dan meningkatkan kualitas layanan. Namun kami sudah menyiapkan diri untuk menghadapi dan mengantisipasi tantangan ke depan tersebut dan kami yakin XL bisa melaluinya dengan baik,” tandas Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi.

Tentang XL
XL adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang sahamnya dimiliki secara mayoritas oleh Telekom Malaysia Berhad melalui Indocel Holding Sdn Bhd (67.0%) dan Khazanah Nasional Berhad (16.8%), serta Etisalat (16%). XL memiliki jaringan serat optik yang luas. XL beroperasi secara komersial sejak 8 Oktober 1996, dan bisnis XL saat ini adalah Consumer Solutions sebagai penyedia layanan dan jaringan seluler berkualitas dan Business Solutions sebagai penyedia layanan solusi korporat. Pada 21 September 2006, XL telah meluncurkan XL3G, layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia.


All Current News