Persaingan negara yang menggunakan 5G kini semakin kompetitif. Banyak negara yang berlomba menghadirkan jaringan internet yang lebih cepat, stabil, serta menjangkau lebih banyak wilayah demi mendukung aktivitas sehari-hari.
Beberapa negara bahkan dikenal sebagai yang paling maju dalam pengembangan teknologi 5G berkat infrastruktur yang kuat, cakupan jaringan yang luas, dan kecepatan internet yang bikin kamu takjub. Penasaran negara mana saja yang masuk dalam daftar tersebut? Simak selengkapnya berikut ini.
BACA JUGA: Apakah XL Sudah 5G? Simak Cakupan dan Cara Aktivasinya
Daftar Negara dengan Teknologi 5G Paling Maju di Dunia Saat Ini
Semakin banyak negara yang menggunakan 5G untuk mendukung internet dengan kekuatan yang cepat dan stabil. Namun, ada beberapa negara yang selangkah lebih maju berkat infrastruktur, cakupan, dan pemanfaatan teknologi 5G yang lebih luas.
1. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab menempati posisi teratas sebagai salah satu negara dengan teknologi 5G paling maju di dunia. Negara ini berhasil dan terus memperluas infrastruktur jaringan 5G ke lebih dari 99,5% wilayah berpenduduk dengan lebih dari 23.000 BTS.
UEA mencatat kecepatan median 5G Standalone lebih dari 1,2 Gbps, menjadikannya salah satu yang tercepat di dunia. Kecepatan tersebut membuat aktivitas digital terasa lebih lancar, mulai dari download file besar, streaming video berkualitas tinggi, sampai bermain online game dengan latensi rendah.
Operator telekomunikasi di UAE juga sudah mulai menerapkan teknologi seperti Voice over New Radio (VoNR) dan network slicing untuk mendukung layanan smart city, industri, dan berbagai kebutuhan digital masa depan.
2. Singapura
Singapura menjadi salah satu negara dengan kualitas jaringan 5G terbaik di dunia berkat cakupan yang hampir merata di seluruh wilayah. Di Singapura, jaringan 5G dimanfaatkan untuk berbagai inovasi, mulai dari kendaraan otonom, pelabuhan pintar, hingga layanan kesehatan berbasis AI dan robot.
Singapura memiliki wilayah yang relatif kecil, sehingga pengembangan jaringan 5G bisa berjalan lebih cepat dibanding banyak negara lain dengan cakupan sekitar 79% wilayah berpenduduk dan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.
Berkat infrastruktur yang terencana dan dukungan pemerintah, koneksi 5G di Singapura tetap cepat, stabil, dan memiliki latensi yang sangat rendah, sehingga siap mendukung layanan, seperti smart city, Internet of Things (IoT), hingga 5G-Advanced.
3. Korea Selatan
Jika berbicara soal pelopor negara yang mengunakan 5G, Korea Selatan hampir selalu masuk dalam daftar teratas. Negara ini menjadi salah satu yang pertama meluncurkan layanan 5G komersial secara nasional dan terus mempertahankan kualitas jaringannya hingga sekarang.
Jaringan 5G di Korea Selatan dikenal super cepat, dengan kecepatan unduh yang sudah melampaui 600 Mbps. Hal tersebut didukung oleh kombinasi antara cakupan jaringan yang luas, kualitas koneksi yang konsisten, dan kecepatan internet tinggi.
Sekitar 93% masyarakat di Korea Selatan hampir selalu terhubung ke 5G saat menggunakan perangkat seluler, sehingga aktivitas seperti streaming video lebih terasa jernih dengan kualitas 1080p, bahkan 4K tanpa menunggu lama dan minim buffering.
4. Amerika Serikat
Amerika Serikat memiliki salah satu ekosistem 5G terbesar berkat tiga operator utama, yaitu T-Mobile, Verizon, dan AT&T. Tiga operator tersebut terus menggencarkan berbagai inovasi, sehingga pembangunan jaringan 5G di negara ini terus berkembang sangat cepat, termasuk implementasi 5G Standalone di berbagai wilayah.
Di Amerika Serikat, hampir setiap pengguna sudah otomatis terhubung ke jaringan 4G dan 5G. Artinya, pengguna hampir selalu mendapatkan akses ke jaringan berkecepatan tinggi tanpa harus sering berpindah ke jaringan lama.
Cakupan 5G di Amerika Serikat sudah sangat luas,enjangkauu hampir 57% wilayah berpenduduk. Kehadiran 5G di Amerika Serikat membuat koneksi menjadi lebih responsif, mengurangi latensi, dan meningkatkan kualitas jaringan, terutama untuk layanan AI, Internet of Things (IoT), hingga layanan berbasis cloud.
5. Jepang
Jepang terus memperluas jaringan 5G Standalone melalui operator, seperti NTT Docomo, SoftBank, dan KDDI. Tingkat konektivitas 4G dan 5G yang tinggi membuat pengalaman internet pengguna lebih stabil dan konsisten.
Jepang tercatat sebagai negara dengan penurunan latensi paling besar atau sekitar 27% penurunan, setelah menggunakan 5G Standalone. Hasilnya, aktivitas seperti video call, cloud gaming, dan augmented reality terasa lebih lancar.
Selain itu, 5G Standalone di Jepang sudah tersedia di berbagai wilayah dan dimanfaatkan untuk rumah sakit, pabrik otomatis, kendaraan otonom, serta layanan AR dan VR.
6. China
China memiliki pembangunan infrastruktur 5G terbesar di dunia dengan jutaan BTS 5G yang tersebar di berbagai wilayah. Implementasi 5G Standalone yang masif membuat layanan ini digunakan secara luas, baik untuk masyarakat maupun industri.
Selain itu, China juga sudah mengoperasikan jutaan BTS 5G untuk mendukung pengembangan manufaktur pintar, logistik otomatis, pertanian digital, kendaraan otonom, serta pengembangan AI dan Internet of Things (IoT).
7. Spanyol
Spanyol menjadi salah satu negara dengan teknologi 5G Standalone paling maju di Eropa. Pemerintah Spanyol bahkan sampai menggelontorkan dana besar untuk memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi, termasuk ke daerah pedesaan agar akses 5G bisa dinikmati lebih merata.
Banyak operator di Spanyol sudah menghadirkan jaringan 5G+ yang menjangkau lebih dari 94% populasi di sekitar 5.700 kota dan wilayah.
Berkat pengembangan tersebut, Spanyol berhasil mencatat penurunan latensi kurang lebih sebesar 19%, sehingga koneksi terasa lebih responsif untuk video call, cloud gaming, dan aplikasi real-time lainnya.
Selain itu, Consistent Quality atau kualitas jaringan yang stabil mencapai 90%. Artinya, aktivitas digital seperti streaming, browsing, dan gaming menjadi lebih lancar dan minim gangguan.
8. Kuwait
Kuwait termasuk salah satu negara yang menggunakan 5G dan terus memperluas jaringannya dengan cepat. Investasi besar di sektor telekomunikasi membuat jaringan 5G Standalone di negara ini memiliki kecepatan tinggi dan latensi rendah.
Selain mendukung streaming dan layanan cloud, 5G juga dimanfaatkan di industri minyak dan gas untuk pemantauan fasilitas secara real-time.
Saatnya Upgrade ke Pengalaman Internet 5G dengan Paket XL ULTRA 5G+
Deretan negara yang menggunakan 5G di atas menunjukkan bagaimana jaringan generasi terbaru bisa membuat aktivitas digital jadi lebih lancar, bahkan bahkan sampai mendukung sektor yang mungkin sebelumnya nggak terpikirkan, seperti minyak dan gas.
Hal tersebut tentunya didukung oleh pembangunan infrastruktur yang kuat, serta kondisi geografis yang membantu pengembangan jaringan 5G di masing-masing negara.
Kabar baiknya, XL menghadirkan pengalaman internet 5G di Indonesia melalui Paket ULTRA 5G+ yang menawarkan berbagai pilihan kuota hingga 600 GB.
Pemakaian paket ini terasa lengkap karena sudah termasuk keuntungan seperti telepon unlimited, akses Vidio Platinum, roaming di lebih dari sembilan negara, dan Google Gemini Plus selama enam bulan.
Dengan dukungan jaringan 5G berkecepatan hingga 500 Mbps, paket ini cocok untuk mendukung berbagai aktivitas seperti streaming, main game, hingga video call.
Agar pengalaman internet 5G semakin fleksibel, kamu juga bisa dapatkam eSIM XL Gratis Kuota 5 GB dan 14 Hari Masa Aktif agar kamu tidak perlu lagi menggunakan kartu SIM fisik.
Proses aktivasinya pun mudah dan cepat, sehingga kamu bisa langsung menikmati kemudahan terhubung ke jaringan 5G XL di area yang terjangkau.
Yuk, download aplikasi myXL dan rasakan koneksi 5G yang lebih cepat dan stabil untuk semua aktivitas digitalmu!




























































































