Menunaikan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi impian setiap umat Muslim di seluruh dunia. Ketika panggilan ke Baitullah itu datang, ada banyak hal penting yang harus kamu persiapkan dengan matang, mulai dari kesiapan fisik, mental, finansial, hingga pemahaman ilmu fikih tentang manasik.
Nah, salah satu dasar keilmuan yang sangat krusial untuk dipahami oleh calon jemaah adalah mengenai macam-macam haji atau jenis haji yang bisa dilaksanakan saat berada di Tanah Suci.
Lebih lanjut, paham akan perbedaan tata cara ini akan membantu kamu menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan syariat yang diajarkan.
Agar kamu tidak bingung dan salah langkah, simak pembahasannya secara lengkap melalui artikel ini. Pastikan kamu menyimak hingga tuntas, ya!
BACA JUGA: Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna, Ciri, dan Doa Haji Mabrur
Apa Itu Haji?
Haji adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah di Makkah pada waktu tertentu untuk melaksanakan rangkaian ibadah sesuai syariat Islam.
Ibadah ini dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah dan hanya diwajibkan sekali seumur hidup bagi muslim yang telah memenuhi syarat istitha'ah atau mampu. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, haji juga menjadi momen untuk memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memohon ampunan atas dosa-dosa.
3 Macam-Macam Haji yang Perlu Kamu Pahami
Dalam syariat Islam, pelaksanaan ibadah menuju Baitullah ini secara garis besar dibagi menjadi tiga metode utama. Ketiga metode ini sama-sama sah, namun memiliki konsekuensi hukum yang berbeda terkait pembayaran dam (denda) serta urutan pengerjaan amalan ibadahnya.
Berikut ini adalah penjelasan mendalam mengenai macam-macam haji yang wajib kamu ketahui:
1. Haji Tamattu'
Haji Tamattu' adalah jenis pelaksanaan ibadah di mana seorang jemaah melakukan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, kemudian baru melaksanakan ibadah haji.
Istilah "Tamattu" sendiri secara bahasa berarti bersenang-senang atau memanfaatkan kemudahan. Dinamakan demikian karena setelah selesai melaksanakan umrah (memotong rambut dan tahallul), jemaah terlepas dari larangan ihram dan bisa bersenang-senang atau beraktivitas normal seperti biasa sebelum mengenakan kain ihram kembali untuk puncak ibadah haji pada tanggal 8 Zulhijah.
Lebih lanjut, mayoritas jemaah asal Indonesia memilih metode ini karena dinilai lebih memudahkan fisik. Sementara itu, konsekuensi dari metode ini adalah kewajiban membayar dam berupa menyembelih seekor kambing.
2. Haji Ifrad
Secara bahasa, "Ifrad" memiliki arti menyendirikan atau memisahkan. Dalam konteks ibadah, Haji Ifrad berarti seorang jemaah memilih untuk mendahulukan pelaksanaan ibadah haji secara penuh barulah kemudian melaksanakan ibadah umrah setelah semua prosesi haji selesai.
Jadi, ketika sampai di mikat, niat yang diucapkan murni hanya untuk haji. Kelebihan dari metode ini adalah jemaah tidak dikenakan kewajiban membayar dam atau menyembelih hewan kurban. Namun, tantangan fisiknya cukup berat karena jemaah harus terus berada dalam kondisi ihram dan menjaga seluruh larangannya dalam waktu yang relatif lebih lama, sejak pertama kali berniat di mikat hingga tahallul akbar selesai.
3. Haji Qiran
Kata "Qiran" berarti menggabungkan atau menyatukan. Sesuai dengan namanya, Haji Qiran adalah metode di mana seorang jemaah menggabungkan niat ibadah haji dan umrah secara bersamaan sejak awal mengenakan pakaian ihram di mikat.
Jemaah melakukan seluruh rangkaian amalan haji, dan amalan umrahnya sudah otomatis tercakup di dalamnya tanpa perlu melakukan dua kali tawaf atau sai yang terpisah. Sama seperti Tamattu, jemaah yang memilih metode Qiran juga diwajibkan untuk membayar dam berupa penyembelihan hewan kurban karena adanya kemudahan penggabungan dua ibadah ini.
Perbedaan Mendasar Antar Jenis Haji
Meskipun ketiga metode di atas sama-sama mengantarkan jemaah untuk meraih predikat haji yang mabrur, terdapat beberapa titik perbedaan yang mencolok yang perlu dipahami secara mendetail.
Jika dirangkum secara sederhana, perbedaan mendasar dari ketiga metode tersebut terletak pada aspek-aspek berikut:
1. Urutan Waktu Pelaksanaan
Tamattu' mendahulukan umrah baru haji, Ifrad mendahulukan haji baru umrah, sedangkan Qiran melaksanakannya secara bersamaan atau sekaligus.
2. Kewajiban Membayar Dam
Jemaah yang mengambil jalur Tamattu' dan Qiran memiliki kewajiban untuk membayar denda atau dam berupa menyembelih hewan. Sementara itu, jemaah Haji Ifrad bebas dari kewajiban dam ini.
3. Durasi Masa Ihram
Jemaah Ifrad dan Qiran memiliki masa mengikat aturan ihram yang jauh lebih panjang karena mereka tidak boleh melepas ihram hingga seluruh puncak haji selesai pada hari raya Iduladha. Berbeda dengan Tamattu' yang bisa melepas ihram dan beristirahat normal setelah umrah selesai.
Tips Mempersiapkan Ibadah Haji
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, ada beberapa persiapan yang sebaiknya dilakukan agar ibadah berjalan lancar, di antaranya:
1. Pelajari Manasik Haji
Mengikuti bimbingan manasik akan membantu kamu memahami urutan ibadah, doa, hingga tata cara pelaksanaan haji sesuai tuntunan.
2. Jaga Kesehatan
Ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, biasakan berolahraga ringan, mengonsumsi makanan bergizi, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
3. Siapkan Dokumen Penting
Pastikan paspor, visa, identitas, tiket perjalanan, serta dokumen pendukung lainnya sudah lengkap dan disimpan dengan baik.
4. Gunakan Internet untuk Memudahkan Komunikasi
Selama berada di Arab Saudi, koneksi internet akan memudahkan komunikasi dengan keluarga di Indonesia, mengakses informasi perjalanan, hingga menggunakan aplikasi pendukung ibadah.
BACA JUGA: Ini Perbedaan Rukun Haji dan Umroh yang Wajib Kamu Tahu
Internet Haji & Umrah XL: Internet Nyambung Terus, Komunikasi Lancar Tanpa Putus!
Memahami macam-macam haji menjadi bekal penting sebelum kamu menunaikan rukun Islam kelima. Secara umum, terdapat tiga jenis haji, yaitu Haji Tamattu', Haji Ifrad, dan Haji Qiran. Ketiganya memiliki perbedaan pada urutan waktu pelaksanaan, kewajiban membayar dam, dan durasi masa ihram.
Untuk mendukung kelancaran ibadah haji dan umrah, paket Internet Haji & Umrah dari XL bisa jadi solusi terbaik.
Mulai dari Rp180.000-an saja, kamu bisa dapat 5 GB kuota di Arab Saudi plus 1 GB kuota di Indonesia. Dengan begitu, kamu bisa browsing panduan doa ataupun menonton tutorial manasik haji tanpa perlu khawatir kehabisan kuota.
Menariknya lagi, kuota roaming yang kamu dapatkan bisa digunakan selama 24 jam penuh, lho. Jadinya, kamu bisa komunikasi lewat chat atau video call keluarga di rumah kapan saja dan di mana saja tanpa putus!
Aktifkan paketnya lewat aplikasi myXL sekarang juga dan nikmati akses internet saat beribadah haji maupun umrah sepuasnya tanpa kendala!

































































































