Apakah kamu sudah tahu apa itu haji furoda? Haji furoda ternyata program yang memungkinkanmu berangkat ke Tanah Suci tanpa perlu menunggu antrean hingga puluhan tahun sebagaimana haji reguler, lho.
Nah, di artikel ini, kamu akan mempelajari segala hal yang perlu kamu pahami terkait haji furoda, mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan, sampai prosedur pendaftarannya.
Untuk itu, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, yuk!
BACA JUGA: Ini Perbedaan Rukun Haji dan Umroh yang Wajib Kamu Tahu
Apa Itu Haji Furoda?
Secara sederhana, haji furoda adalah program ibadah haji khusus di luar kuota nasional yang diatur dan dikelola langsung oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Dalam program ini, calon jemaah mendapatkan undangan khusus berupa visa mujamalah (visa undangan) dari Kedutaan Besar Arab Saudi.
Dengan ini, kamu bisa langsung berangkat haji di tahun yang sama tanpa harus masuk daftar tunggu alias antre bertahun-tahun layaknya program haji reguler.
Hukum Haji Furoda di Indonesia
Meski tidak menggunakan kuota resmi dari Kementerian Agama RI, pelaksanaan haji furoda bersifat legal dan diakui oleh negara, lho.
Aturan resminya sudah tertuang dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.
Berdasarkan landasan hukum tersebut, jemaah haji furoda wajib diberangkatkan melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sudah mengantongi izin resmi dari Kemenag. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan serta kenyamanan jemaah selama di Tanah Suci.
Biaya Haji Furoda
Mengingat keberangkatannya yang instan tanpa antrean, biaya yang harus dikeluarkan tentu sebanding dengan keistimewaan yang didapat.
Jadi, estimasi biaya haji furoda berkisar antara $23.000 hingga $60.000. Jika dikonversikan, angkanya bisa mencapai sekitar Rp410 juta hingga Rp1 miliar, dengan kurs sekitar Rp17.861.
Nominal ini tentunya fluktuatif dan bervariasi karena sangat bergantung pada kebijakan PIHK dan Pemerintahan Arab Saudi serta kurs nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
Perbedaan Haji Furoda dengan Haji Plus dan Haji Reguler
Di samping haji furoda, Indonesia juga mempunyai dua jalur resmi ibadah haji lainnya, yaitu haji plus dan haji reguler. Ketiga program tentu saja memiliki perbedaan di beberapa aspeknya. Berikut ini rinciannya.
1. Pihak Penyelenggara
Haji reguler dikelola langsung oleh pemerintah melalui Kemenag RI, sementara haji plus diselenggarakan oleh PIHK swasta yang terdaftar di Kemenag dengan fasilitas yang lebih premium dari haji reguler.
Haji furoda, di sisi lain, juga diselenggarakan oleh PIHK. Bedanya, kuota keberangkatan haji furoda bukan dari alokasi nasional pemerintah Indonesia, melainkan ditentukan langsung oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi
2. Jenis Visa
Visa yang digunakan juga berbeda-beda untuk tiap programnya. Haji reguler dan haji plus memakai visa haji resmi dari kuota pemerintah Indonesia. Sementara itu, jemaah haji furoda menggunakan visa mujamalah yang diterbitkan secara khusus oleh Kerajaan Arab Saudi.
3. Masa Tunggu Keberangkatan
Masa tunggu adalah alasan terbesar mengapa banyak orang memilih haji furoda. Haji reguler bisa memakan antrean belasan hingga puluhan tahun, sedangkan haji plus membutuhkan masa tunggu sekitar 5 sampai 9 tahun.
Di lain sisi, haji furoda tidak memiliki daftar tunggu atau nol waiting list, sehingga kamu bisa langsung berangkat di tahun visa mujamalah terbit.
4. Biaya
Dari segi biaya, haji reguler adalah yang paling terjangkau dengan kisaran Rp50 juta hingga Rp95 juta per orang. Haji plus berada di kisaran Rp125 juta ke atas.
Sementara biaya haji furoda bisa mencapai empat kali lipat atau bahkan lebih dibandingkan dua jalur sebelumnya. Perbedaan harga ini wajar karena haji furoda tidak termasuk dalam program bersubsidi pemerintah.
5. Durasi
Haji reguler memiliki durasi terpanjang, yakni sekitar 40 hari. Haji plus sekitar 25 hari, sedangkan haji furoda lebih singkat lagi dengan rentang 16 hingga 24 hari.
6. Fasilitas
Secara umum, fasilitas haji furoda lebih eksklusif dibandingkan dua program lainnya. Mulai dari penginapan berbintang lima yang letaknya lebih dekat ke Masjidil Haram, transportasi premium, hingga berbagai layanan eksklusif lainnya, semuanya dirancang untuk memberikan pengalaman ibadah yang lebih mewah dan nyaman.
Kelebihan dan Kekurangan Haji Furoda
Setiap program perjalanan ibadah tentu memiliki sisi positif dan negatif. Oleh karena itulah, calon jemaah mesti mempertimbangkan keduanya secara objektif sebelum mengambil keputusan.
1. Kelebihan Haji Furoda
Ada beberapa alasan mengapa banyak calon jamaah tertarik dengan program haji satu ini, di antaranya.
- Tidak perlu mengantre bertahun-tahun. Kamu berpeluang besar berangkat di tahun yang sama dengan tahun pendaftaran, tanpa perlu masuk ke dalam daftar antrean nasional yang panjang.
- Legalitas terjamin. Haji furoda diakui secara resmi, baik oleh pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi, sehingga kamu bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk tanpa was-was soal perizinan.
- Fasilitas dan layanan lebih premium. Dari sisi akomodasi, transportasi, hingga pelayanan selama di Tanah Suci, jamaah haji furoda umumnya menikmati standar layanan yang lebih tinggi dibandingkan program haji lainnya.
- Kepastian keberangkatan. Karena menggunakan visa undangan khusus, proses keberangkatan relatif tidak dipengaruhi oleh keterbatasan kuota nasional Indonesia.
2. Kekurangan Haji Furoda
Di balik berbagai keistimewaannya, ada pula sejumlah keterbatasan haji furoda yang juga perlu kamu ketahui, antara lain.
- Biaya jauh lebih mahal. Tanpa subsidi pemerintah, tarif haji furoda bisa mencapai beberapa kali lipat dibandingkan haji reguler. Kesiapan finansial yang matang mutlak diperlukan.
- Kepastian visa belum 100%. Visa haji furoda biasanya terbit paling akhir dibandingkan program haji lainnya, sehingga ada kemungkinan perubahan jadwal atau ketidakpastian yang perlu diantisipasi.
- Kebijakan bisa berubah sewaktu-waktu. Regulasi dari pihak pemerintah Arab Saudi dapat berubah kapan saja, yang berpotensi berdampak pada biaya maupun persyaratan keberangkatan.
- Risiko penipuan masih ada. Karena tidak sepenuhnya berada di bawah pengawasan langsung Kemenag, ada risiko calon jamaah tertipu oleh agen yang tak bertanggung jawab. Jadi, kehati-hatian dalam memilih PIHK sangatlah penting.
Persyaratan untuk Mendaftar Haji Furoda
Sampai di sini, apakah kamu tertarik mengikuti program haji furoda. Jika iya, simak apa saja persyaratan yang perlu kamu siapkan sebelum mendaftar.
Kelengkapan administrasi ini sangat penting agar proses nggak terhambat di tengah jalan. Berikut dokumen dan persyaratan umum yang wajib dipenuhi calon jamaah haji furoda.
- Dokumen kependudukan. Salinan akta kelahiran, KTP, kartu keluarga, dan buku nikah (khusus bagi pasangan suami istri).
- Paspor asli. Berlaku minimal 12 bulan sebelum jadwal keberangkatan. Nama pada paspor wajib terdiri dari minimal dua suku kata.
- Pas foto berwarna. Sediakan sebanyak 20 lembar ukuran 3×4 cm dan 15 lembar ukuran 4×6 cm. Bagi jamaah perempuan, foto wajib menggunakan hijab.
- Kartu vaksinasi. Serahkan kartu vaksinasi yang masih valid, terutama vaksin meningitis, sebagai bukti kesiapan kesehatan selama di Tanah Suci.
- Kartu BPJS aktif. Sebagai dokumen pelengkap yang bisa digunakan jika diperlukan.
- Pembayaran uang muka. Sebagai tanda komitmen untuk mengamankan posisi keberangkatan.
- Surat pernyataan. Sesuai formulir yang disediakan pihak PIHK atau agen penyelenggara.
Satu hal yang jangan sampai terlewat, siapkan juga versi digital (soft file) berupa hasil scan dari seluruh dokumen tersebut sebagai cadangan.
Semua berkas sebaiknya sudah dikirimkan ke agen perjalanan paling lambat 45 hari sebelum tanggal keberangkatan, meski batas waktu ini bisa berbeda tergantung kebijakan masing-masing PIHK.
Cara Mendaftar Haji Furoda
Sudah siap dengan semua dokumennya? Sekarang saatnya memahami alur pendaftaran haji furoda dari awal hingga akhir.
Biar kamu punya gambaran yang jelas dan tidak bingung saat mengurusnya, yuk pelajari langkah demi langkahnya di bawah ini.
1. Tentukan Metode Pendaftaran
Langkah yang pertama adalah memilih jalur pendaftaran yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Ada tiga pilihan yang bisa dipertimbangkan, yaitu.
- Agen travel haji resmi yang sudah terdaftar di sistem PIHK Kementerian Agama. Ini adalah pilihan yang paling umum dan direkomendasikan untuk calon jamaah.
- Yayasan yang berafiliasi dengan pemerintah Arab Saudi. Jalur ini bisa mempercepat perolehan visa undangan karena adanya hubungan langsung yang sudah terjalin dengan otoritas Saudi.
- Pendaftaran mandiri melalui Kemenag. Kamu wajib menyetorkan dana ke Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH). Meski mandiri, kamu tetap perlu berkoordinasi dengan instansi terkait demi kelancaran proses.
2. Daftar Online dan Unggah Dokumen
Setelah memilih metode, lakukan pendaftaran secara daring dan unggah seluruh dokumen yang diminta. Pengiriman dokumen ini bisa dilakukan sebelum maupun sesudah pembayaran uang muka, tergantung kebijakan dari agen yang kamu pilih.
3. Lengkapi Administrasi
Pastikan semua berkas yang diminta sudah dikirimkan secara lengkap dan tepat waktu. Keterlambatan atau ketidaklengkapan dokumen bisa memperlambat seluruh proses dan berdampak pada jadwal keberangkatanmu.
4. Bayar Uang Muka
Setelah administrasi beres, lakukan pembayaran uang muka melalui rekening resmi yang telah ditentukan penyelenggara. Pembayaran ini menjadi tanda komitmenmu sekaligus kunci untuk mengamankan slot keberangkatan.
5. Verifikasi dan Tanda Terima Pembayaran
Pihak PIHK atau agen penyelenggara akan memverifikasi bukti transfer yang kamu kirimkan. Setelah berhasil diverifikasi, kamu berhak mendapatkan tanda terima resmi sebagai bukti kamu sudah terdaftar secara sah sebagai calon jamaah haji furoda.
Setelah ini, pihak penyelenggara akan mendaftarkan keberangkatanmu secara resmi ke Kementerian Agama agar datamu tercatat dalam sistem.
7. Tunggu Jadwal dan Penerbitan Visa
Setelah semua tahapan administrasi rampung, kamu tinggal menunggu pengumuman jadwal keberangkatan dari Kedutaan Arab Saudi melalui pihak penyelenggara.
Manfaatkan masa tunggu ini sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual, termasuk mengikuti bimbingan manasik haji agar lebih siap dan percaya diri saat tiba di Tanah Suci.
Ketika visa haji furoda sudah terbit, itu tandanya kamu sudah bisa diberangkatkan, asalkan sudah melunasi seluruh biaya. Berikutnya, kamu akan diberi informasi mengenai jadwal dan teknis keberangkatan.
BACA JUGA: Bacaan Doa Haji dan Umroh Lengkap dengan Arti yang Benar
Tertarik Mendaftar Haji Furoda? Jangan Lupa Siapkan Juga Paket Internet Haji dari XL!
Nah, itu dia pembahasan menyeluruh mengenai apa itu haji furoda, mulai dari definisi, landasan hukum, estimasi biaya, kelebihan dan kekurangan, hingga persyaratan dan tata cara pendaftarannya.
Haji furoda memang bisa menjadi solusi nyata bagi kamu yang ingin segera menunaikan rukun Islam kelima tanpa harus menunggu antrean panjang.
Kalau kamu tertarik mendaftar haji furoda, penting sekali buat mempersiapkan fisik, mental, spiritual dan finansial. Selain itu, koneksi internet yang andal selama di Tanah Suci juga tak kalah pentingnya.
Kamu butuh sinyal yang stabil dan kuota yang cukup, misalnya untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah, mengakses panduan manasik digital, atau sekadar mengabadikan momen istimewah di tempat bersejarah.
Untuk kebutuhan itu, XL menghadirkan Paket Internet Umroh & Haji yang dirancang khusus agar kamu tetap terhubung selama menjalani ibadah di Arab Saudi.
Mulai dari Rp185 ribu saja, kamu sudah mendapatkan kuota melimpah hingga 25 GB yang berlaku lebih dari satu bulan dan bisa dipakai roaming seharian penuh. Ini tentu sangat pas untuk kebutuhan selama menjalankan haji furoda.
Tunggu apa lagi, segera download aplikasi myXL untuk cek varian paket dan mengaktifkannya. Bersama XL, ibadah haji pasti serasa lebih tenang dan lancar!






























































































































