Apa Itu Haji Tamattu? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Published on: Lainnya
Blog Image - Apa Itu Haji Tamattu? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini


Haji tamattu adalah salah satu jenis ibadah haji yang paling banyak dipilih jamaah dari luar Tanah Suci. Dalam pelaksanaannya, jamaah menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu pada bulan-bulan haji, melepas ihram, baru kemudian menunaikan ibadah haji ketika waktunya tiba.

Skema ini memberikan kesempatan kepada jamaah untuk beristirahat setelah umrah sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji. Tidak heran jika mayoritas jamaah haji Indonesia memilih haji tamattu karena lebih fleksibel. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
 

BACA JUGA: Apa Itu Haji Mabrur? Ini Makna, Ciri, dan Doa Haji Mabrur
 

Apa yang Dimaksud dengan Haji Tamattu?


Haji tamattu adalah salah satu dari tiga jenis pelaksanaan ibadah haji selain haji ifrad dan haji qiran. Kata tamattu' berasal dari bahasa Arab yang berarti "bersenang-senang" atau "menikmati", merujuk pada masa jeda tanpa ihram yang didapatkan jemaah setelah menyelesaikan umrah.

Dalam praktiknya, jamaah menjalankan umrah terlebih dahulu pada bulan Syawal, Dzulqa'dah, atau awal Dzulhijjah.

Setelah menyelesaikan tawaf, sa'i, dan tahallul, jamaah dapat mengenakan pakaian biasa serta melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang saat ihram. Selanjutnya, pada tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah kembali berihram untuk memulai rangkaian ibadah haji.

Jenis haji ini sering menjadi pilihan bagi jamaah dari luar wilayah Mekah karena memberikan waktu istirahat sebelum menunaikan ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik prima.

Namun, jamaah haji tamattu memiliki kewajiban membayar dam sebagai konsekuensi syariat sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 196.
 

Keutamaan Haji Tamattu


Haji tamattu memiliki sejumlah keutamaan yang membuatnya banyak dianjurkan, termasuk oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat yang tidak membawa hewan kurban dari negeri asal. Berikut beberapa kelebihan haji tamattu yang perlu kamu tahu.
 

1. Memberikan Keringanan bagi Jamaah 


Haji tamattu memberikan keringanan fisik karena jemaah tidak perlu berada dalam kondisi ihram sepanjang masa tunggu di Mekah. Larangan-larangan selama ihram, seperti memotong kuku atau memakai wewangian, otomatis tidak berlaku selama masa jeda tersebut, sehingga jemaah bisa lebih leluasa beristirahat.
 

2. Mendapat Kesempatan Menjalankan Dua Ibadah


Dengan menunaikan haji tamattu, jemaah mendapatkan kesempatan untuk menghimpun dua pahala sekaligus, yaitu pahala umrah dan pahala haji, dalam satu kali perjalanan ke Tanah Suci. Kesempatan ini menjadi nilai tambah karena kedua ibadah tersebut sama-sama memiliki keutamaan yang besar.
 

3. Memudahkan Persiapan Menuju Puncak Haji


Masa jeda antara umrah dan haji bisa dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman manasik, mendalami doa haji, atau sekadar memulihkan tenaga sebelum menjalani rangkaian puncak haji yang menuntut kekuatan fisik prima. Dengan persiapan yang lebih matang, jemaah pun bisa beribadah dengan lebih khusyuk.
 

4. Melatih Kesabaran dan Ketaatan


Walaupun terdapat masa bebas ihram, jamaah tetap dituntut menjaga niat, kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menghadapi prosesi ibadah haji. Hal ini menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT.
 

Perbedaan Haji Tamattu dengan Haji Ifrad dan Qiran


Jika kamu punya keinginan beribadah ke Tanah Suci, penting untuk memahami perbedaan haji tamattu dengan dua skema lainnya, yaitu haji ifrad dan haji qiran, agar bisa menentukan pilihan yang tepat. Ketiganya sama-sama sah secara syariat, tapi memiliki cara pelaksanaan yang berbeda.

Pada haji ifrad, jemaah hanya mengerjakan ibadah haji tanpa digabungkan dengan umrah dalam satu rangkaian ihram. Karena hanya menjalankan satu jenis ibadah, jemaah yang memilih haji ifrad tidak dikenakan kewajiban membayar dam.

Sementara pada haji qiran, jemaah berniat mengerjakan umrah dan haji bersamaan sejak awal ihram di miqat. Oleh karenanya, jemaah qiran tetap berada dalam kondisi ihram sepanjang rangkaian ibadah berlangsung hingga tiba waktu tahallul pada 10 Dzulhijjah, dan tetap diwajibkan membayar dam.

Nah, seperti yang tadi dijelaskan, haji tamattu memisahkan pelaksanaan umrah dan haji menjadi dua rangkaian ihram terpisah, dengan masa jeda di antara keduanya.

Sama seperti haji qiran, jemaah yang memilih haji tamattu tetap wajib membayar dam sebagai bentuk kompensasi atas keringanan yang diperoleh.

Kendati mesti membayar dam, tidak heran apabila haji tamattu paling banyak dipilih jemaah internasional karena lebih fleksibel dan pahala yang didapatkan berganda.
 

Kenapa Haji Tamattu Harus Bayar Dam?


Kewajiban membayar dam adalah salah satu ciri yang melekat pada haji tamattu, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 196.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa jemaah yang mengerjakan umrah sebelum haji diwajibkan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk kompensasi. Hewan kurban yang dimaksud berupa seekor kambing atau sepertujuh bagian sapi ataupun unta.

Kewajiban membayar dam diberlakukan karena jemaah haji tamattu memperoleh keringanan berupa jeda waktu tanpa ihram, yang tidak didapatkan oleh jemaah haji ifrad dan qiran. 

Bagi jemaah yang tidak mampu menyembelih hewan kurban, kewajiban ini bisa digantikan dengan berpuasa selama sepuluh hari, dengan rincian tiga hari ditunaikan selama musim haji dan tujuh hari setelah kembali ke Tanah Air.

Ketentuan ini memberikan keleluasaan agar ibadah haji tamattu tetap bisa dijalankan siapa pun tanpa terkendala kemampuan finansial. Hal ini pulalah yang membuktikan bahwa Islam selalu memberikan kemudahan bagi umatnya.
 

Syarat Melaksanakan Haji Tamattu


Jika memutuskan untuk menjalani haji tamattu, pahami dulu sejumlah ketentuan yang perlu dipenuhi agar pelaksanaannya sesuai dengan syariat. Berikut ini syarat melaksanakan haji tamattu.

  • Beragama Islam. Ibadah haji, termasuk skema tamattu, hanya diwajibkan bagi mereka yang memeluk agama Islam.
  • Berakal sehat. Jemaah perlu memiliki kemampuan berpikir yang sehat agar mampu memahami serta menjalankan seluruh rangkaian manasik dengan benar.
  • Baligh. Kewajiban menunaikan rukun Islam ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah mencapai usia dewasa sesuai dengan ketentuan syariat.
  • Mampu secara fisik dan finansial. Mengingat rangkaian perjalanannya cukup panjang, kamu dituntut untuk sehat jasmani sekaligus punya dana yang cukup.
  • Mendahulukan umrah pada bulan-bulan haji. Rangkaian umrah dalam haji tamattu wajib dikerjakan pada bulan Syawal, Dzulqa'dah, atau Dzulhijjah, sebelum memasuki waktu pelaksanaan haji.
  • Bersedia membayar dam. Jemaah wajib menyembelih hewan kurban atau berpuasa sebagai bentuk syukur atas kelonggaran yang didapatkan.
     

Tata Cara Haji Tamattu


Setelah memahami syaratnya, kamu juga perlu tahu urutan lengkap pelaksanaan haji tamattu agar tidak ada tahapan yang terlewat. Berikut ini penjelasan lengkapnya.
 

1. Ihram Umrah di Miqat


Rangkaian haji tamattu dimulai dengan mengambil ihram dan mengucapkan niat umrah di miqat, yaitu batas wilayah yang telah ditentukan sesuai jalur kedatangan jemaah. Bagi jemaah asal Indonesia, miqat yang umum digunakan adalah Bir Ali atau Yalamlam.
 

2. Tawaf Qudum


Setibanya di Masjidilharam, jemaah disunahkan tawaf qudum sebagai bentuk penghormatan awal kepada Ka'bah. Tawaf ini dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dimulai dan diakhiri di titik yang sama.
 

3. Sa'i antara Shafa dan Marwah


Selesai tawaf, jemaah melanjutkan dengan sa'i, yaitu berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah. Sa'i merupakan salah satu rukun umrah yang wajib dikerjakan agar ibadah umrah dinyatakan sah.
 

4. Tahallul dan Bebas dari Ihram


Tahapan umrah ditutup dengan tahallul, yaitu memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya masa ihram. Setelah tahallul, jemaah diperbolehkan melepas pakaian ihram dan menjalani aktivitas seperti biasa.
 

5. Menunggu Waktu Haji Tiba


Selama masa jeda ini, jemaah bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat, memperdalam manasik, atau berziarah di sekitar Mekah sambil menunggu tanggal 8 Dzulhijjah. Masa tunggu setiap jemaah bisa berbeda-beda, tergantung jadwal kedatangan kloter masing-masing.
 

6. Ihram Kembali untuk Haji


Memasuki tanggal 8 Dzulhijjah atau yang dikenal sebagai hari Tarwiyah, jemaah kembali mengenakan ihram dan berniat untuk melaksanakan ibadah haji. Sejak momen ini, seluruh larangan selama ihram kembali berlaku hingga rangkaian haji selesai.
 

7. Wukuf di Arafah


Pada 9 Dzulhijjah, jemaah menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, yaitu berdiam diri sejak matahari tergelincir hingga terbenam. Wukuf merupakan rukun haji yang paling utama, sehingga wajib diikuti oleh seluruh jemaah tanpa terkecuali.
 

8. Mabit di Muzdalifah dan Melontar Jumrah Aqabah


Selepas wukuf, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit atau bermalam sekaligus mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah. Keesokan harinya, pada 10 Dzulhijjah, jemaah melempar tujuh batu kerikil ke jumrah aqabah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
 

9. Tahallul Awal dan Penyembelihan Dam


Setelah melontar Jumrah Aqabah, jemaah melakukan tahallul awal dengan memotong sebagian rambut, yang membebaskan sebagian larangan ihram. Kemudian, jemaah juga menunaikan kewajiban penyembelihan dam sebagai konsekuensi dari skema tamattu yang dipilih.
 

10. Mabit di Mina dan Melontar Jumrah


Pada hari-hari tasyrik, yaitu tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah bermalam di Mina dan melontar tiga jumrah di tiga tempat, yaitu jumrah ula, wustha, dan aqabah. Setiap jumrah dilempar sebanyak tujuh kali menggunakan batu kerikil yang telah disiapkan sebelumnya.
 

11. Tawaf Ifadah, Sa'i, dan Tawaf Wada


Sebagai penyempurna rukun haji, jemaah kembali ke Masjidilharam untuk melaksanakan tawaf ifadah yang diikuti dengan sa'i. Rangkaian haji tamattu kemudian ditutup dengan tawaf wada sebagai tawaf perpisahan dengan Baitullah.
 

Tips Menunaikan Haji Tamattu dengan Lancar


Supaya seluruh rangkaian ibadah haji tamattu bisa dijalani dengan maksimal, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini di antaranya.

  • Jaga kesehatan fisik dan mental. Rangkaian haji tamattu cukup panjang dan menguras tenaga, sehingga stamina prima jadi modal penting sebelum keberangkatan dan selama beribadah.
  • Pelajari manasik dengan saksama. Memahami setiap tata cara ibadah, termasuk bacaan doa saat tawaf, sa'i, dan wukuf, akan membuat pelaksanaan haji jadi lebih lancar dan khusyuk.
  • Siapkan dana tambahan untuk dam. Selain biaya haji utama, kamu perlu menyiapkan anggaran khusus untuk penyembelihan dam maupun kebutuhan pribadi selama di Tanah Suci.
  • Manfaatkan masa jeda dengan bijak. Gunakan waktu tunggu antara umrah dan haji untuk beristirahat, memperbanyak amalan, atau berziarah.
  • Jaga komunikasi. Mengingat rangkaiannya sangat panjang, penting untuk tetap terhubung dengan keluarga di rumah, supaya mereka tidak khawatir dan kamu pun lebih tenang beribadah.
     

BACA JUGA: Ini Perbedaan Rukun Haji dan Umroh yang Wajib Kamu Tahu
 

Terkoneksi Setiap Waktu Selama Menunaikan Haji Tamattu dengan Paket Internet Haji & Umroh!


Sekarang kamu sudah tahu kalau haji tamattu adalah skema ibadah haji yang diawali dengan umrah, melepas ihram, kemudian dilanjutkan dengan haji. Dengan memahami pengertian, syarat, tata cara, hingga kewajiban dam, kamu pun bisa menjalankan ibadah ini sesuai dengan syariat.

Jika tertarik menunaikan haji tamattu, pastikan kamu menyiapkan paket internet yang memungkinkanmu tetap terhubung dengan dunia digital dan juga keluarga di rumah selama masa pelaksanaannya yang panjang.

Untuk kebutuhan ini, percayakan saja pada Paket Internet Haji & Umroh dari XL!

Paket ini tersedia dalam beberapa pilihan kuota, mulai dari 6 GB seharga Rp185.000, 20 GB seharga Rp525.000, hingga 25 GB seharga Rp645.000, dengan layanan roaming selama 24 jam penuh.

Dengan ini, kamu bisa berkomunikasi dengan keluarga, menavigasi lokasi di Tanah Suci, mengakses aplikasi panduan ibadah resmi, hingga mengecek informasi terkini dengan lancar tanpa kendala kuota dan sinyal.

Jadi, segera download aplikasi myXL di smartphone kamu untuk mengaktifkan paket pilihan dan memantau pola konsumsi data dengan lebih praktis!

Dengan XL, ibadah tetap fokus, akses internet berjalan mulus, dan komunikasi dijamin tanpa putus!

Paket Internet XL
haji tamattu adalah
Updated on: 
Paket Haji & Umroh
Internet Umrah Plus 6GB
10 Hari
Rp245.000
Internet Umrah Plus 10GB
15 Hari
Rp325.000
Internet Umrah Plus 10GB
20 Hari
Rp350.000
Paket Haji & Umroh